Pasti pernah di antara anda-anda sekalian terlintas pemikiran tentang tujuan hidup anda, kita lahir,tumbuh dewasa,lalu meninggal. Sebuah siklus yang tak terbantahkan, sebenarnya untuk apa kita hidup?.
Kita lahir, sekolah, dan bekerja, sewaktu kita bersekolah kita mematrikan dalam hati kita bahwa ini adalah hal yang penting demi masa depan kita kelak, setelah itu kita mendapatkan pekerjaan, menikah, memiliki anak , memiliki cucu, lalu meninggal. Semua hal itu di alami setiap manusia, walaupun ada beberapa orang yang kurang beruntung namun coba kita telisik saja dari segi keumuman. Kita bertanya-tanya sebenarnya apa tujuan kita melakukan itu semua? Apa tujuan kita manusia ini ada? Di kitab-kitab suci dari berbagai agama di katakan manusia ada untuk berkembang memenuhi bumi dan memeliharanya. Namun, kebalikannya lah yang terjadi. Intelegensi kita berkembang setiap detiknya menghasilkan berbagai ide-ide brilian namun semakin meningkatnya intelegensi tersebut, semakin kita rusak alam. Di katakan juga manusia merupakan perwujudan nyata dari pencipta, namun yang terjadi kita malah bertindak kebalikannya. Kegoisan, ketamakan, amarah , rasa iri cenderung menjadi teman perjalanan hidup kita. Kalau kita ini ada hanya untuk hal tersebut, untuk apa Tuhan menciptakan kita? membiarkan kita hidup dan berkembang?
Kita sama sekali tidak tahu, alam semesta ini ada untuk apa? semua tata sistem di alam semesta ini diciptakan beliau untuk apa? Apakah kelak penciptaan manusia masuk dalam daftar perencanaan beliau untuk alam semesta ini? Entahlah,bahkan saya sendiri tidak tahu.
Tapi bagaimana cara kita untuk mengetahuinya? semua orang yang hidup tak ada yang tahu juga jawabannya. Namun ada beberapa orang yang bisa menyimpulkan dan menjadikannya jawaban sementara, karena tentunya kita tahu jawabanyya bisa kita peroleh kalau kita kembali ke hadapan Beliau.
Awalnya saya juga tidak tahu, namun sekarang saya bisa mendapatkan jawaban sementara, keberadaan kita ini ada untuk kasih sayang. Setiap dari kita pasti memiliki hal tersebut, tak terkecuali manusia dengan perangai terburuk sekalipun. Kita ini adalah perwujudan kasih sayang dari Tuhan. Kita hidup, berkembang, lalu mati demi cinta. Dan perwujudan cinta kita tersebut ialah keluarga,pacar, atau teman kita. Tuhan menciptakan kita tidak hanya sebagai perwujudan kasi sayang Tuhan, namun juga sebagai perwujudan kebijaksanaan beliau. Oleh karena itu kita juga di berkahi intelegensi tak terbatas, yang mampu berkembang di tiap detiknya. Intelegensi berkembang bersamaan dengan kasih sayang. Orang-orang yang mampu menemukan jawaban sementaranya itu ialah orang yang berhasil memanage antara intelegensi dan kasih sayang. Apakah anda sekalian kelak bisa menemukan jawaban sementara tersebut juga?
No comments:
Post a Comment